Dua Tokoh Mendukung Percepatan Ekonomi Kerakyatan, Menolak Wacana Transmigrasi Relokasi Penduduk TNTN Ke Kecamatan Kuala Kampar
Pelalawan. Dua Tokoh Kecamatan Kuala Kampar Kabupaten Pelalawan bersuara terkait kondisi kecamatan Kuala Kampar yang saat ini dan pada prinsipnya Mendukung Program pemerintah yang berkenaan dengan hilirisasi ketahanan pangan guna Percepatan pertumbuhan Ekonomi Dalam upaya Mensejahterakan Masyarakat Tempatan yang notabene adalah petani dan nelayan
Ketua Ikatan Keluarga Penyalai (IKAPEN) H Kastan S. Pd saat di konfirmasi awak media (Selasa, 13/08/2025) menyampaikan dan mereviu kondisi masa lalu kehidupan masyarakat kuala Kampar baik dari aspek ekonomi,sosial,budaya,agama dan peradaban.
Kecamatan Kuala Kampar termasuk empat kecamatan tertua di kabupaten Pelalawan bersama dengan kecamatan Bunut.pangkalan Kuras dan Langgam semasa bersama kabupaten induk yaitu kabupaten Kampar
Dari aspek ekonomi di era tahun 80-90han cukup stabil ini didukung oleh fakta dimana masa itu sumber ekonomi yang berbasis kearifan lokal bergerak aktif seperti membuat kajang dari daun mengkuang,membuat atap daun Rumbia, anyaman tikar pandan,mencongkil kelapa,mengikis tempurung semua laku terjual dan sehingga para orang tua bisa menyekolahkan menguliahkan putra putrinya namun sumber ekonomi kreatif itu sekarang sudah tidak relevan lagi dengan kondisi kini bak ditelan oleh bumi karena persaingan global.
Terkait dengan sumber ekonomi dibidang tenaga kerja masa itu masih ada perusahaan yang menampung bagi penduduk pribumi dan non pribumi yang bergerak seperti pabrik kelapa Union ( Kincap)dan Bandung Jaya ( Ayung) dan yang terbesar adalah PT. Tenaga Kampar bidang pengelolaan kayu.
Dari aspek agama sedari dulu sampai sekarang masih tetap rukun baik kerukunan antar umat seagama , dan kerukunan antar umat beragama dengan pemerintah saling menghormati.
Dari aspek budaya tidak diragukan lagi saling menjaga sampai hari ini, kalau sudah berada di bumi Melayu penyalai tetap berdialog dengan bahasa Melayu karena mereka merasa memang orang Melayu. Tetangnya
Selanjutnya, Itulah indahnya peradaban masyarakat kuala Kampar ( penyalai) maka negeri penyalai masih melekat dengan semboyan takkan Melayu hilang di bumi namun kebhinekaan tetap terjaga dan di junjung tinggi.
Kastan menambahkan "Hari ini masyarakat kuala Kampar yang sampai saat ini masih berstatus daerah 3T( tertinggal terjauh dan terluar dimana kalau kita merujuk dari geografis Kuala Kampar adalah gerbang pintu masuk tetiorial Regional Kuala Kampar adalah benteng negeri dan kita berharap banyak untuk terlepas dari belenggu 3T
Terutama peningkatan dan percepatan pertumbuhan ekonomi terutama bidang ketahanan pangan.
Bak gayung bersambut bahwa pemerintah memprogramkan hilirisasi sentra ketahanan pangan dibidang pertanian yang diperuntukkan bagi masyarakat Tempatan
Dan kami berterima kasih kepada pemerintah daerah dan pusat terutama pemerintah kabupaten Pelalawan yang dinakhodai oleh bapak H.Zukri yang memprioritaskan Pulau mendol kecamatan Kuala Kampar menjadi sentra ketahanan pangan
Dan terkait dengan relokasi masyarakat TNTN ke pulau Mendol beliau menyampaikan wacana tersebut tidak termasuk dalam opsi strategis Dan ini juga sudah disampaikan dan oleh Satgas PKH beberapa waktu yang lalu jadi masyarakat kuala Kampar , pulau Mendol menyambut baik karena tidak jadinya wacana relokasi dan transmigrasi ke pulau Mendol Alhamdulillah. Ungkapnya Ketua IKAPEN H Kastan S. Pd
Ketua LAM Kecamatan Kuala Kampar Roslan K "Juga mendukung program tersebut yang terkait bekas lahan eks PT Trisetya Utama Mandiri yang direncanakan sebagai objek ketahanan pangan".
Namun menurut ketua LAM Kecamatan Kuala Kampar terkhusus Lahan eks PT TUM tersebut tidak cocok untuk lahan persawahan dimana kondisi karakter tanahnya gambut dan cocok nya buat tanaman kelapa baik kelapa sawit hibrida dan kelapa biasa Sementara lahan peladangan sawah punya masyarakat itu jenis tanah nya adalah tanah liat pantai.
Dan beliau juga mempertegas bahwa masyarakat Khusus nya Kuala Kampar pada prinsipnya tetap menolak keras sekiranya ada wacana relokasi atau kata lain transmigrasi bagi penduduk TNTN ke pulau mendol dan penegasan itu adalah harga mati karena lahan di Kuala Kampar adalah aset untuk anak cucu kami dimasa yang akan datang Tandasnya Ketua LAM Kecamatan Kuala Kampar Roslan K. (Erizal)










Erizal 


















