MO LA, AWAK BANGUN PELALAWAN: LEBIH DARI SEKADAR SLOGAN
Pelalawan. Pelalawan adalah rumah kita bersama. Negeri yang memiliki kekayaan alam, warisan budaya, dan masyarakat dengan semangat kebersamaan.
Maka, ketika kita menyerukan “Mo La, Awak Bangun Pelalawan”, sesungguhnya kita sedang mengingatkan diri sendiri bahwa masa depan daerah ini tidak boleh hanya menjadi tanggung jawab segelintir orang.
Pemerintah membangun dengan kebijakan, pengusaha berkontribusi melalui karya dan investasi, pemuda bergerak dengan gagasan, sementara masyarakat turut mengawal arah pembangunan.
Kita boleh berbeda pandangan, berbeda pilihan, bahkan berbeda cara menyampaikan pendapat. Namun, kecintaan terhadap Pelalawan seharusnya mempertemukan kita pada satu tujuan: menghadirkan daerah yang lebih maju, adil, dan sejahtera.
Jangan biarkan “Mo La, Awak Bangun Pelalawan” hanya bergema di panggung Helat Pelalawan. Biarkan kalimat itu hidup dalam kebijakan, pelayanan, tindakan, dan keberpihakan nyata kepada masyarakat.
Karena pada akhirnya, ukuran keberhasilan membangun Pelalawan bukan seberapa meriah slogan diucapkan, melainkan seberapa besar manfaat pembangunan dirasakan oleh rakyat.
Pelalawan bukan hanya untuk dibanggakan hari ini, tetapi juga untuk diperjuangkan masa depannya.
— Juhendri
(Erizal)










Erizal 


















