Dorong Generasi Muda Jadi Imam dan Khatib, Wabup Husni Tamrin Gelar Pelatihan Tingkat Kabupaten

Dorong Generasi Muda Jadi Imam dan Khatib, Wabup Husni Tamrin Gelar Pelatihan Tingkat Kabupaten

PELALAWAN — Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang keagamaan terus dilakukan di Kabupaten Pelalawan. Salah satunya melalui Pelatihan Imam dan Khatib Tingkat Kabupaten Pelalawan yang dilaksanakan di kediaman Wakil Bupati Pelalawan, H. Husni Tamrin, S.H., Jalan Pemda, Rabu (16/9/2026).

Kegiatan yang diikuti peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Pelalawan tersebut dilaksanakan dalam dua sesi. Sesi pertama dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, kemudian dilanjutkan sesi kedua pada pukul 13.00 WIB hingga selesai.


Sebanyak 60 peserta mengikuti pelatihan secara khusus. Namun, antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi karena jumlah warga dan undangan yang hadir dalam kegiatan tersebut mencapai lebih dari 150 orang.

Pelatihan ini dipimpin langsung oleh Tuan Guru H. Iswadi M. Yazid, Lc., M.Sy., yang memberikan pembekalan berkaitan dengan tugas, tanggung jawab, serta kemampuan yang harus dimiliki seorang imam dan khatib.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Pelalawan H. Husni Tamrin, S.H. mengatakan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi merupakan bagian dari upaya menyiapkan generasi penerus dalam kehidupan keagamaan di tengah masyarakat.

“Kita ingin melahirkan generasi muda yang tidak hanya memahami ilmu agama, tetapi juga siap tampil dan mengambil peran di tengah masyarakat. Imam dan khatib memiliki tanggung jawab yang besar, karena mereka menjadi bagian penting dalam membimbing umat,” ujar Husni.

Menurutnya, regenerasi imam dan khatib perlu dipersiapkan sejak dini. Jangan sampai di tengah masyarakat terjadi kekurangan generasi muda yang memiliki kemampuan untuk menjadi imam, menyampaikan khutbah, serta memberikan pemahaman keagamaan yang baik.

“Kita harus mempersiapkan penerus. Jangan sampai ketika para orang tua kita yang selama ini menjadi imam dan khatib sudah tidak mampu lagi menjalankan tugasnya, kita tidak memiliki generasi yang siap menggantikan. Karena itu, anak-anak muda harus kita dorong, kita bina dan kita berikan kesempatan,” katanya.

Husni juga berharap pelatihan tersebut tidak berhenti pada kegiatan sehari saja. Para peserta diharapkan dapat terus belajar, memperdalam ilmu, menjaga akhlak dan mengamalkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.

“Menjadi imam dan khatib bukan hanya soal bisa membaca Al-Qur’an atau menyampaikan khutbah. Ada ilmu, adab, tanggung jawab dan keteladanan yang harus dijaga. Kita ingin imam dan khatib hadir sebagai teladan yang mampu memberikan kesejukan dan membangun kehidupan masyarakat yang religius,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelatihan Imam dan Khatib, H. Muhammad Rais, M.Pd.I., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan para calon imam dan khatib di Kabupaten Pelalawan.

“Kegiatan ini kita laksanakan sebagai wadah pembinaan dan peningkatan kapasitas bagi para peserta agar memiliki bekal yang lebih baik dalam menjalankan tugas sebagai imam maupun khatib. Kita berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dan memberikan manfaat di tengah masyarakat,” ujar Muhammad Rais.

Ia menambahkan, tingginya antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa pembinaan keagamaan masih sangat dibutuhkan. Karena itu, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak generasi muda.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembinaan dan materi langsung dari Tuan Guru H. Iswadi M. Yazid, Lc., M.Sy. sebagai narasumber sekaligus pemimpin pelatihan.

Pembukaan pelatihan turut dihadiri sejumlah unsur pemerintah daerah dan tokoh masyarakat, di antaranya jajaran OPD Kabupaten Pelalawan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pelalawan Faisal, S.STP., Camat Pangkalan Kerinci Junaidi, S.Pd., M.Si., serta Lurah Kerinci Barat Yogi Setiawan, S.STP., M.Si.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Pelalawan berharap semakin banyak generasi muda yang memiliki kemampuan dan keberanian untuk tampil sebagai imam dan khatib, sekaligus menjadi bagian dari penguatan kehidupan keagamaan di tengah masyarakat.

Pelatihan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat regenerasi ulama dan pemimpin keagamaan di tingkat desa dan kelurahan, sehingga pembinaan umat dapat terus berjalan dari generasi ke generasi. (Erizal)