Tuah Keramat Bukit Embun Juara Pacu Jalur Kuansing 2025 di Tepian Lubuok Sobae Baserah

Jalur Tuah Keramat Bukit Embun dari Inhu keluar sebagai juara Pacu Jalur Kuansing 2025 di Tepian Lubuok Sobae, Baserah. Simak hasil lengkap 10 besar event budaya Riau yang menjadi warisan budaya takbenda Indonesia

Tuah Keramat Bukit Embun Juara Pacu Jalur Kuansing 2025 di Tepian Lubuok Sobae Baserah

Suara-demokrasi.com – BASERAH – Lomba Pacu Jalur Tradisional Kuantan Singingi 2025 kembali melahirkan kisah heroik di tepian Sungai Kuantan. Jalur Tuah Keramat Bukit Embun dari Desa Gumanti, Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), sukses merebut gelar juara pertama setelah mengalahkan pesaing tangguh di babak grand final yang digelar di Tepian Lubuok Sobae, Baserah, Kecamatan Kuantan Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau.

Kemenangan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Inhu. Pasalnya, Pacu Jalur bukan sekadar perlombaan perahu tradisional, tetapi warisan budaya takbenda yang telah mengakar ratusan tahun di tanah Kuansing. Tuah Keramat Bukit Embun memastikan podium tertinggi usai mengalahkan jalur Alam Cahayo Tuah Nagori dari Desa Sikakak, Kecamatan Cerenti, dalam laga final yang berlangsung dramatis.

Sejak start, kedua jalur saling susul-menyusul di lintasan sungai. Hingga pancang keempat, pertandingan berlangsung ketat dan memicu sorakan riuh penonton di tepian. Namun, memasuki pancang kelima, Alam Cahayo Tuah Nagori mulai mengendurkan kayuhan dan akhirnya terhenti, memberi peluang lebar bagi Tuah Keramat Bukit Embun untuk melaju mulus hingga finis di pancang keenam.

Dengan hasil ini, Alam Cahayo Tuah Nagori harus puas sebagai runner-up. Sementara Langkah Siluman Buayo Danau dari Desa Sitorajo Kari, Kecamatan Kuantan Tengah, meraih posisi ketiga setelah tampil konsisten di babak sebelumnya.

Daftar 10 Besar Event Pacu Jalur Tradisional Tepian Lubuok Sobae Baserah 2025:

  1. Tuah Keramat Bukit Embun – Desa Gumanti, Peranap, Inhu

  2. Alam Cahayo Tuah Nagori – Desa Sikakak, Cerenti

  3. Langkah Siluman Buayo Danau – Desa Sitorajo Kari, Kuantan Tengah

  4. Tuah Keramat Sialang Soko – Desa Setako Raya, Peranap, Inhu

  5. Sari Jadi Gementar Alam – Pulau Beralo, Kuantan Hilir Seberang

  6. Putri Kumayang Lindung Daun – Pulau Ingu, Benai

  7. Cempaka Kuantan – Desa Kepala Pulau, Kuantan Hilir

  8. Sultan Muda – Pauh Ranap, Peranap, Inhu

  9. Keramat Jubah Merah – Pulau Komang, Sentajo Raya

  10. Pematang Putui Rajo Bukik Bunian – Lubuak Ramo, Kuantan Mudik

Event budaya bergengsi ini kembali menegaskan bahwa Pacu Jalur bukan hanya ajang olahraga air, tetapi simbol persatuan, sportivitas, dan semangat juang masyarakat Kuantan Singingi serta daerah penyangganya. Tradisi ini juga menjadi magnet wisata Riau, menarik ribuan penonton lokal maupun wisatawan dari berbagai daerah, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat melalui UMKM, kuliner tradisional, hingga jasa penginapan.

Sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia, Pacu Jalur Kuansing diharapkan terus dilestarikan oleh generasi muda. Lebih dari sekadar perlombaan mendayung, Pacu Jalur adalah wujud nyata gotong royong, kerja sama tim, dan rasa bangga terhadap identitas budaya Melayu Riau.