Hari Jadi Pekanbaru ke-242, DPRD Tegaskan Kolaborasi Kunci Percepatan Pembangunan Kota

Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Pekanbaru ke-242 menegaskan pentingnya kolaborasi dalam pembangunan. Ketua DPRD Muhammad Isa Lahamid dan Wali Kota Agung Nugroho mengajak seluruh elemen masyarakat bersinergi mewujudkan Pekanbaru yang maju, nyaman, dan berdaya saing.

Hari Jadi Pekanbaru ke-242, DPRD Tegaskan Kolaborasi Kunci Percepatan Pembangunan Kota
Hari Jadi Pekanbaru ke-242, DPRD dan Pemko Perkuat Komitmen Kolaborasi Wujudkan Kota Maju, Nyaman, dan Berdaya Saing
Hari Jadi Pekanbaru ke-242, DPRD Tegaskan Kolaborasi Kunci Percepatan Pembangunan Kota
Hari Jadi Pekanbaru ke-242, DPRD Tegaskan Kolaborasi Kunci Percepatan Pembangunan Kota
Hari Jadi Pekanbaru ke-242, DPRD Tegaskan Kolaborasi Kunci Percepatan Pembangunan Kota

PEKANBARU, Suara-demokrasi.com – Semangat kolaborasi, sinergi, dan kerja nyata menjadi pesan utama yang mengemuka dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Pekanbaru sempena Hari Jadi Kota Pekanbaru ke-242. Momentum bersejarah tersebut menjadi ajang refleksi atas perjalanan panjang Kota Bertuah sekaligus mempertegas komitmen seluruh unsur pemerintahan, legislatif, dunia usaha, tokoh masyarakat, akademisi, dan seluruh elemen masyarakat dalam membangun Pekanbaru yang semakin maju, modern, dan berdaya saing.

Rapat Paripurna Istimewa digelar di Gedung DPRD Kota Pekanbaru, Jalan Jenderal Sudirman, Selasa (23/6/2026) dan dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Pekanbaru Muhammad Isa Lahamid, didampingi Wakil Ketua DPRD Tengku Azwendi Fajri dan Wakil Ketua DPRD Dikky Suryadi Khusaini.

Turut hadir Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan instansi vertikal, tokoh adat Melayu, akademisi, pimpinan organisasi kemasyarakatan, para mantan kepala daerah, mantan pimpinan DPRD, tokoh agama, pelaku usaha, hingga berbagai elemen masyarakat yang menjadi bagian dari perjalanan pembangunan Kota Pekanbaru.

Mengusung tema "KolaborAksi Menjadi Aksi", peringatan Hari Jadi Pekanbaru tahun ini menekankan pentingnya membangun budaya kolaborasi yang tidak berhenti pada gagasan dan slogan semata, melainkan diwujudkan dalam langkah nyata untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan sejarah singkat Kota Pekanbaru oleh Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Pekanbaru, Datuk Seri Rizki Bagus Oka.

Melalui pemaparan tersebut, para tamu undangan diajak menelusuri perjalanan sejarah Pekanbaru yang bermula dari kawasan perdagangan di tepian Sungai Siak hingga berkembang menjadi ibu kota Provinsi Riau sekaligus salah satu pusat pertumbuhan ekonomi paling strategis di Pulau Sumatera.

Perjalanan panjang tersebut menjadi pengingat bahwa kemajuan sebuah kota lahir dari kerja keras, semangat gotong royong, dan kontribusi berbagai generasi yang terus melanjutkan estafet pembangunan.

Agung Nugroho Paparkan Capaian dan Arah Pembangunan Kota Pekanbaru

Dalam pidatonya, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Pekanbaru terus memfokuskan pembangunan pada peningkatan kualitas pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi daerah, reformasi birokrasi, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Riau atas dukungan terhadap pembangunan infrastruktur di Kota Pekanbaru.

"Alhamdulillah, siang ini hadir Bapak Plt Gubernur Riau. Kita berterima kasih kepada Bapak Gubernur Riau S.F Hariyanto karena banyak jalan yang sudah diaspal. Semoga Bapak bisa lebih memperhatikan kondisi kami di Pekanbaru ini," ujar Agung.

Menurutnya, usia Pekanbaru yang telah mencapai 242 tahun menjadi bukti perjalanan panjang sebuah kota yang terus berkembang dari bandar perdagangan menjadi kota metropolitan dengan jumlah penduduk lebih dari satu juta jiwa.

Ia menegaskan pembangunan tidak hanya diukur dari banyaknya jalan maupun gedung yang dibangun, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan rasa aman, nyaman, dan kesejahteraan bagi masyarakat.

"Membangun Pekanbaru tidak hanya membangun jalan dan gedung bertingkat, tetapi juga menjadikan kota ini sebagai rumah yang nyaman, aman, inklusif, dan membahagiakan bagi seluruh masyarakat."

Agung menambahkan bahwa semangat KolaborAksi harus diwujudkan melalui kerja nyata seluruh pemangku kepentingan dalam menjawab tantangan urbanisasi, pertumbuhan penduduk, pembangunan ekonomi, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.

PAD Meningkat Hingga Rp1,2 Triliun

Dalam kesempatan tersebut, Agung memaparkan berbagai capaian pembangunan selama satu tahun empat bulan terakhir.

Salah satu capaian penting adalah meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pekanbaru dari sekitar Rp800 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp1,2 triliun pada tahun 2025.

Menurutnya, peningkatan tersebut menunjukkan semakin kuatnya kemandirian fiskal daerah sekaligus keberhasilan pemerintah dalam mengoptimalkan potensi pendapatan tanpa menambah beban masyarakat.

Keberhasilan tersebut bahkan mendapat apresiasi dari Menteri Dalam Negeri karena dinilai sebagai salah satu praktik baik dalam pengelolaan keuangan daerah.

Infrastruktur Jadi Prioritas

Di sektor infrastruktur, Pemerintah Kota Pekanbaru berhasil melakukan perbaikan jalan sepanjang 42 kilometer melalui program overlay sepanjang tahun 2025.

Capaian tersebut melampaui target awal yang hanya ditetapkan sepanjang 20 kilometer.

Selain memperbaiki konektivitas antarkawasan, pembangunan infrastruktur juga diarahkan untuk meningkatkan investasi serta memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat.

Lingkungan, Pendidikan, dan Kesehatan Terus Diperkuat

Pada sektor lingkungan hidup, Pemko Pekanbaru membentuk Lembaga Pengelola Sampah (LPS) di 83 kelurahan serta terus mengembangkan Gerakan Pekanbaru Bersih yang melibatkan masyarakat, sekolah, komunitas, hingga dunia usaha.

Di bidang pendidikan, melalui program Zero Anak Putus Sekolah, sebanyak 1.778 anak berhasil kembali memperoleh akses pendidikan.

Sementara pada sektor kesehatan, program Zero Stunting berhasil menangani sekitar 3.000 kasus stunting, sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi Pekanbaru yang sehat dan berkualitas.

Dorong UMKM dan Digitalisasi Pelayanan

Pemerintah Kota Pekanbaru juga terus memperluas program pemberdayaan masyarakat melalui penguatan sektor UMKM, bantuan sosial, hingga penyelenggaraan nikah massal gratis yang diikuti puluhan pasangan.

Pada sisi pelayanan publik, transformasi digital terus dilakukan melalui pelayanan administrasi keliling menggunakan Mobil AMAN, penyederhanaan layanan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), serta penyediaan akses internet gratis di berbagai titik pelayanan publik.

Sebagai bagian dari transformasi menuju kota modern yang ramah lingkungan, Pemerintah Kota Pekanbaru juga mulai melakukan uji coba operasional bus listrik pada tahun 2026.

Menurut Agung, berbagai langkah tersebut mulai memberikan hasil positif yang terlihat dari pertumbuhan ekonomi Pekanbaru pada triwulan pertama tahun 2026 yang mencapai 7,9 persen, didukung meningkatnya aktivitas perdagangan, investasi, jasa, dan konsumsi masyarakat.

"Karena bagi kami, pembangunan bukan sekadar tentang apa yang direncanakan, tetapi tentang apa yang telah dikerjakan, sedang diwujudkan, dan yang akan terus disempurnakan ke depan," tegasnya.

DPRD: Kolaborasi Harus Menjadi Kerja Nyata

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Pekanbaru Muhammad Isa Lahamid menegaskan bahwa kemajuan Pekanbaru hanya dapat dicapai melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, perjalanan panjang Kota Pekanbaru sejak masih bernama Senapelan hingga menjadi ibu kota Provinsi Riau merupakan hasil kerja keras berbagai generasi yang harus terus dilanjutkan.

"Untuk membangun Pekanbaru membutuhkan kerja sama berbagai pihak. KolaborAksi tidak hanya tertumpu pada ide dan gagasan, akan tetapi harus diwujudkan dalam kerja nyata. Oleh sebab itu, mari bangkit menghadapi tantangan dan terus bersinergi demi Pekanbaru yang lebih baik," ujarnya.

Isa juga mengapresiasi berbagai capaian Pemerintah Kota Pekanbaru, mulai dari peningkatan tata kelola keuangan, pembangunan infrastruktur, pengelolaan lingkungan, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, hingga transformasi pelayanan publik.

Ia berharap momentum Hari Jadi Pekanbaru ke-242 menjadi titik penguatan komitmen seluruh pemangku kepentingan untuk terus menghadirkan pembangunan yang merata, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Peringatan Hari Jadi Pekanbaru tahun ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan menjadi momentum memperkuat optimisme bahwa Kota Bertuah akan terus tumbuh menjadi kota metropolitan yang maju, kompetitif, nyaman dihuni, berbudaya, dan mampu menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi terdepan di Indonesia bagian barat.(rls)